Langsung ke konten utama

108. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [5]

108. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [5]
Oleh: H. Si Am Dt. Soda

Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php

 
V. Tidak perlu meniru budaya kota

Nagari Andoleh ibarat surga
Dikelilingi bukit berhutan rimba
Banyak Enau menghasilkan nira
Sumber penghasilan kaum keluarga

Contoh teladan wajib ditiru
Ikuti kebiasaan orang dahulu
Kalau menebang pohon kayu
Harus seizin Datuk Pengulu

Bila kayu banyak ditebang
Hidup tak lagi merasa tenang
Mirip suasana keadaan perang
Setiap saat nyawa melayang




Tebing runtuh dalam semenit
Manusia mati tertimbun bukit
Mayat dicari sangat sulit
Karena jasad jauh terimpit

Karena tiada rencana planning
Hutan tak lagi dianggap penting
Luak dan sungai menjadi kering
Banyak runtuh bukit dan tebing

Orang Andoleh sangat cerdik
Menciptakan permainan sangat menarik
Satwa di rimba dijadikan topik
Namanya si Muntu berbaju kerisik

Kalau rimba dibuat rusak
Hutan berubah menjadi semak
Si Muntu langsung berteriak
Kapan mamak akan tersintak


Inilah perang sebenarnya perang
Musuh yang datang tanpa senapang
Namanya kapitalis kaum pedagang
Siang dan malam menjajakan barang

Tentara Pusat orang kota
Datang menggempur ke desa desa
Menimbulkan akibat bala bencana
Surga dibuat jadi neraka

Ibarat serangan dari Jakarta
Tayangan iklan dalam media
Merusak adat dan agama
Anak kemenakan harus waspada

Mengisap racun dikatakan berani
Pesan dilihat setiap hari
Telah tertipu muda dan mudi
Ketika rokok lakukan promosi

Produk kota barang mainan
Seperti Honda motor kenderaan
Dipakai remaja kebut kebutan
Akibatnya nyawa lepas di badan
Jangan ditiru penduduk kota

Membuang air mengeringkan rawa
Menyingkirkan makhluk dapat dosa
Ataupun langsung ditimpa bencana

Belum diatur oleh pemerintah
Makanya orang senang berulah
Untuk mendapat perluasan tanah
Tobek 2 diisi timbunan sampah


   foto timbunan plastik ini bukan di Andoleh

Sampah plastik produksi kota
Masuk nagari meraja lela
Menimbulkan polusi sangat berbahaya
Perlu dihadapi dengan waspada

Timbunan sampah bahan plastik
Hasil produksi buatan pabrik
Kalau dibakar beracun toksik
Bila terisap rasa tercekik

 ______________________

1. gacik = anjing
2. tobek = kolam ikan


_________________________________________

Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...