Langsung ke konten utama

Anggota Dewan Minangkabau yang pertama

[caption id="" align="aligncenter" width="356"] Sumber: https://niadilova.files.wordpress.com[/caption]

Berikut disenaraikan nama-nama anggota Minangkabau Raad (Dewan Minangkabau) yang terpilih  dalam pemilihan awal menyusul didirikannya Dewan itu pada tahun 1938 yang disalin dari sumber yang disebutkan di bawah.


 













































































































































NoNamaDaerah yang DiwakiliJabatan/ Pekerjaan
1Mahjoedin gelar Datoek SamponoPadangAdjunct InspecteurNillmaatschappij
2Mr. Haroen al RasjidPainanAdvocaat/pengacara di Padang
3Sati gelar Depati AnoemKorintji IndrapoeraKepala adat Mendapo dari daerah Keliling Danau [Kerinci]
4Nabi gelar Depati Parbo PandjangHiangKepala adat Mendapo
5Soeleman Paris gelar Datoek Madjo DiradjoBatipoeah X Koto
6Seroedji gelar Datoek SekotoFort van der CapellenKepala Nagari Tandjoeng Bonai
7Amang gelar Soetan SinaroFort van der CapellenPenilik sekolah di Fort de Kock
8Soetan Mahmoed LatifPariaman
9Mohammad Rahim gelar Soetan Radjo AmehPariamanMantan Kepala Nagari Pakandangan
10Marahasan gelar Datoek BatoeahAgam Tuo (Oud Agam)Kepala Onderdistrik Sariak, Bukittinggi
11Jahja gelar Datoek KajoAgam Tuo (Oud Agam)Pensiunan kepala distrik, anggota Volksraad
12Hasanoeddin gelar Datoek Singo MangkoetoManaindjauMantan aggota PSII, Pengurus
13Abdoellah gelar Toeankoe Radja MoedaOphirKepala Nagari Air Bangis
14Nawi Datoek Madjo BatoeahLoeboek SikapingKepala Nagari Doerian Tinggi
15A. Aoef gelar Datoek Sinaro nan ToenggangPajakomboehKepala Nagari Koto nan Gadang
16AliminSoelikiRedaktur majalah Alfalaah, Guru sekolah lanjutan Pemerintah (Gouvernements vervolgschool)
17A. Latief gelar Datoek Bandaro SatiBangkinangPoetjoek adat
18Mohamad Rasad gelar Datoek Maradjo KajoSawah LoentoKepala Nagari Koebang
19Loedin gelar Datoek Mangkoeto SatiSolokKepala Distrik kelas 1 di Solok
20Mohamad Tahir gelar Datoek ManggoengAlahan PandjangKepala Nagari Soepajang
21Sjahboedin Latif gelar Datoek SibongsoeMoeara LaboehPengajar sekolah sambungan (schakelschool) di Moeara Laboeh
22Soetan Mansoer gelar Soetan nan GadangSidjoendjoengSwasta

Catatan: Daftar daerah-daerah asal yang diwakili oleh ke-22 orang wakil Minangkabau Raad di atas merepresentasikan wilayah yang dianggap berada dalam ruang lingkup Alam Minangkabau. Minangkabau Raad (Dewan Minangkabau) didirikan di Padang pada tahun 1938 atas persetujuan Pemerintah Kolonial Belanda. Jadi, senarai nama-nama di atas adalah anggota pertama Dewan ini. Lebih jauh mengenai Minangkabau Raad, lihat: Soetan Soeleiman gelar Angkoe Tan Toeah Bgd. Ratoe, Minangkabau-Raad, Fort de Kock: Merapi, 1939. Lihat juga: Dr. M. Amir (1940) melalui link ini: https://niadilova.wordpress.com/2015/03/17/melawan-amnesia-sejarah-minangkabau-raad/.

SumberDe Sumatra post (Medan), 13-05-1938, yang merujuk harian Java Bode (Guntingan beritanya yang asli disajikan di atas)


Disalin dari blog Engku Suryadi Sunurihttps://niadilova.wordpress.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...