Langsung ke konten utama

Perihal Keturunan Nabi

 

Gambar: Portal Amanah

Adakah KETURUNAN DARAH Nabi Muhammad SAW.?
-> Hanya sebuah uneg-uneg.
FB Sutan Bandaro Sati - Bagaimanapun juga istilah yang maknanya berbeda tidak bisa dicampur aduk begitu saja:

1. Keturunan nabi (Bernasab ke nabi).
2. Ahlul bait nabi (keluarga nabi).
3. Keturunan dari Ahlul bait nabi.
Sebutan "keturunan darah Nabi Muhammad" dalam kaidah Islam juga disebut "bernasab kepada Nabi Muhammad SAW". Contoh bernasab bisa begini;

Fatimah RA bernasab ke Rasulullah. Tapi anak-anak Fatimah RA yakni Hasan RA dan Husein RA bernasab ke ayah kandung mereka berdua yakni Ali bin Abi Thalib RA, bukan ke Rasulullah. Betul apa tidak.?

Maka siapapun dia telah berdusta yang hanya bernasab kepada Ali bin Abi Thalib RA tapi mengklaim bernasab kepada Rasulullah. Fatimah RA bernasab kepada Rasulullah, itu benar karena Fatimah RA adalah anak kandung Rasulullah. Namun nasab Ali bin Abi Thalib RA bukan kepada Rasulullah.
Siapapun yang mengatakan Ali bin Abi Thalib RA bernasab kepada Rasulullah maka dia telah menuduh bahwa Fatimah RA kawin incest dengan Ali bin Abi Thalib RA. Siapapun yang mengatakan Hasan RA dan Husen RA bernasab kepada Rasulullah maka dengan sendirinya dia telah menuduh Rasulullah telah mengawini Fatimah RA, anak kandungnya sendiri. Betul apa tidak.?
Nabi Muhammad mempunyai 3 (tiga) Anak laki-laki, yakni 2 (dua) anak dari Khadijah dan 1 (satu) anak dari istri beliau bernama Mariyah. Ketiga anak tersebut bernama Qasim, Abdullah dan Ibrahim, Namun ketiganya telah wafat ketika masih kecil. Qasim anak pertama Nabi Muhammad meninggal ketika ia berusia 2 (dua) tahun. Abdullah anak keduanya pun meninggal pada usia 17 bulan. Dan Ibrahim putra dari istrinya bernama Mariyah pun meninggal pada usia sangat muda.
Sedangkan kita ketahui bersama bahwa keturunan darah nabi Muhammad SAW telah terputus saat Ibrahim wafat dan ini jelas menandakan bahwa jika kita mengikuti hukum Islam bahwa keturunan darah nabi sudah hilang, sudah tidak ada. Adapun Fatimah RA sebagai seorang perempuan bukanlah penerus nasab.
Adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Ali bin Abi Thalib RA dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam:

"Barang siapa yang mengaku ayah kepada selain ayahnya atau bersandar kepada yang bukan walinya, maka laknat Allah, juga para Malaikat dan semua manusia menimpa mereka, dan pada hari Kiamat, Allah tidak akan menerima dari mereka, baik yang fardhu maupun yang sunnah.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama ayah-ayah mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui ayah-ayah mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan pembantu-pembantumu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Ahzab/33: 4-5]
Lalu...
Bagaimana sebenarnya posisi para Habaib yang mengaku dan diklaim sebagai keturunan darah Nabi Muhammad SAW itu.? Bagaimana pendapat tuan-tuan.? Semoga ada kawan2 yg dapat membagi pencerahannya.
..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...