Langsung ke konten utama

Kabut Asap Jambi

Disalin dari status Facebook seorang kawan:

Pray for Jambi🙏
Sekitar Pukul 12.22 siang, 21-sept-2019
Ds.Mekar sari, Kec.Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi.

 
Kejadian difoto ini dimulai pada pukul 10 pagi.
Seperti biasa, kabutnya bewarna oranye pekat kemudian tiba-tiba menggelap dan oranye pekat itu berubah menjadi agak kemerahan. Puncaknya adalah pukul 1 siang. Keadaanya jauh lebih mengerikan. Warna langit dan kabut tebal di sekeliling tempat itu bewarna merah dan menggelap seperti malam. Seluruh lampu di sepanjang jalan dihidupkan guna mempermudah kendaraan. Saya tidak tau apa penyebab pastinya.
Saya berharap foto ini bisa memberitahu kepada yang lain tentang bagaimana keadaan yang dialami oleh masyarakat disini, Dan beritanya akan cepat sampai kepada pemerintah. Hampir setiap harinya ada saja yang kebakaran.  Saya tidak meminta siapapun untuk percaya, tapi memang benar seperti ini keadaan yang kami semua rasakan. Padahal ini baru setengah bulanan tapi efeknya Astaghfirullah:'''

Gambar: https://www.facebook.com
Banyak sekali yang dikeluhkan masyarakat, mulai dari kesulitan bernafas, tenggorokan sakit, mata perih, dan masih banyak lagi. Kalian yang bilang ini foto editan, rekayasa, or filter, ya.....terserah. Mau tau lebih jelas nya, sini ke kumpeh:)
Gambar: https://www.facebook.com


Gambar: https://www.facebook.com

Gambar: https://www.facebook.com

Gambar: https://www.facebook.com


Gambar: https://www.facebook.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...