Langsung ke konten utama

Wilayah Minangkabau

 


RANAH MINANGKABAU, adalah:

Nan salilik Gunuang Marapi,
artinya luhak nan tigo, yakni Luhak Tanah Data, Luhak Agam, Luhak 50 Kota
Saedaran Gunuang Pasaman,
artinya daerah sekeliling Gunung Pasaman
Sajajaran Sago jo Singgalang,
artinya seputaran daerah dan nagari yang terletak disekeliling Gunung Singgalang dan Gunung Sago.
Saputaran Talang jo Kurinci,
artinya nagari-nagari yang terletak disekitar Gunung Talang dan Gunung Kerinci
Dari sirangkak nan badangkang,
artinya dimulai dari asal Pariangan Padang Panjang dilereng lembah Merapi sebelah selatan..
Hinggo buayo putiah daguak,
artinya daerah disekitar Indo Puro di Pesisir.
Sampai ka pintu rajo Ilia,
artinya perbatasan dengan daerah Rejang Bengkulu.
Durian ditakuak rajo,
artinya satu daerah diperbatasan dengan daerah Jambi sebelah Barat.
Sipisau-pisau anyuk,
artinya daerah disekitar Indragiri Hulu sampai ke perbatasan gunung Sailan.
Sialang balantak basi,
artinya daerah yang terletak di sekitar Gunung Sailan dan Singingi
Hinggo aia babaliak mudiak,
artinya sampai kerantau pesisir sebelah timur, yang airnya berbalik ke hulu waktu pasang naik (yang di daerah sana disebut dengan ”Bono”)
Sailiran Batang Bangkaweh,
artinya daerah yang terletak dipinggir Batang Sikilang.
Hinggo lauk nan sadidiah,
artinya darah Samudra Hindia yang bersambung dengan Selat Madagaskar.
Ka timua ranah Aia Bangih,
artinya Air Bangih daerah ke Timurnya, seperti Pasaman, Ampalu, Silaping, Cubadak, Sontang, Simpang Tonang.
Gunuang Malintang,
artinya Daerah perbatasan Tapanuli bagian Selatan.
Rao jo Mapattunggua,
artinya Daerah disekitar Rao yang berbatasan dengan Sumatra bagian Timur dan Selatan.
Pasisia Banda Sapuluah,
artinya daerah sepanjang pantai barat/tengah pulau Sumatra.
Taratak aia Itam,
artinya daerah di sekitar Salauk jo Lunang
Sampai ka Tanjuang Simalidu,
artinya daerah sebuah tanjung yang menjorok jauh ke dalam daerah Jambi, karena aliran sungainya, yang sekarang juga disebut Tanjung Simalidu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...