Langsung ke konten utama

Gerwani Si Binal

Pict: tvone news



GERWANI : seGER2 WANI (Muda-muda Berani - berani maksiat)

Andaikan ada kejuaraan pasukan terbejat di negeri ini, niscaya Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) akan menduduki peringkat pertama. Kau pasti tak akan percaya bahwa Gerwani pernah menyerang tentara dengan kondisi telanjang bulat. Pasukan perempuan PKI itu sengaja berada di barisan depan tanpa sehelai benang pun. Mereka sengaja ingin memecah konsentrasi para tentara.

Peristiwa mesum dan bejat ini terjadi di Kediri tahun 1965. Saat itu Partai Komunis Indonesia (PKI) mengambil alih paksa tanah milik pabrik gula Ngadirejo. PKI mengkoordinir BTI (Barisan Tani Indonesia), Pemuda Rakyat, serta Gerwani untuk menyerang militer Kediri.

PKI memang licik. Formasi penyerangan itu diatur sedemikian rupa. Gerwani dijadikan bemper, berada di garda terdepan sambil telanjang dan membawa senjata. Lapisan kedua diisi BTI. Para petani itu dipersenjatai. Kemudian lapis ketiga baru Pemuda Rakyat. Sementara petinggi PKI hanya tersenyum dan duduk ongkang-ongkang dari balik mejanya.

Gerwani begitu beringas. Dengan dipimpin seorang gadis bernama Sugiyarti, Gerwani menari sambil membawa senjata. Sugiyarti ini anak seorang lurah Desa Jagul Kec Wates Kab Kediri. Dengan berdiri di atas Jeep wilis, Sugiyarti memimpin pasukan telanjang Gerwani. Mereka meliuk seolah binatang. Mempertontonkan auratnya tanpa rasa malu. Laksana pelacur yang membawa senjata.

Tentara militer kebingungan menghadapi serangan Gerwani. Menembak perempuan adalah sebuah aib. Tapi perempuan Gerwani itu begitu mesum, bejat, dan sadis. Pasukan telanjang Gerwani tak segan menembakan peluru. Akhirnya tentara militer Kediri menembakan ke arah lain, berharap bisa membuat takut Gerwani.

Pasukan telanjang Gerwani terus merangsek maju. Akhirnya tentara militer Kediri melepaskan beberapa tembakan yang merobohkan barisan PKI. Dan pasukan mesum itu kocar-kacir, mundur teratur.

Sejak itu PKI playing victim, merasa sebagai fihak yang terzhalimi karena terkena tembakan. Mereka tiada jemu mengajak para petani untuk merebut tanah milik negara ataupun tanah milik orang kaya. Mereka selalu mengincar tanah milik Pesantren ataupun milik para haji. Merampas tanah dengan paksa untuk kemudian ditanami oleh petani yang tergabung dalam BTI. Barisan BTI ini berisi para petani yang dipersenjatai.

Kisah pasukan Gerwani telanjang ini membuatku bergidik ngeri. Tak pernah menyangka bahwa di negri ini pernah ada sekumpulan wanita yang begitu bobroknya. Sudahlah bobrok agama, akhlaq, tata krama, kejam pula. Lengkap sudah kenistaan mereka.

Sebuah pelajaran berharga bahwa jika seorang wanita sudah terpapar faham komunis, maka hilanglah rasa malunya. Hilanglah rasa kemanusiaannya. Hilanglah agamanya. Karena bagi mereka agama adalah candu.

Sebab Gerwani ini telah menempatkan wanita layaknya binatang yang tak punya malu.... naudzubillah mindzalik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...