Langsung ke konten utama

SEJARAH SEKOLAH PSM

SEJARAH SEKOLAH PSM (SD, SMP, SMA)
Didirikan oleh beberapa orang Datuak

Kini banamo PSM ( Pendidikan Siswa di Minangkabau)

Inilah salah satu foto yang mengabadikan pengurus Vereeniging Studiefonds Minangkabau (V.S.M.) yang sering disebut-sebut oleh sejarawan itu. Di bawah foto ini terdapat keterangan sebagai berikut: “Sekolah H.I.S. jang didirikan oléh V.S.M. Jang gambarnja diberi angka ialah: 1. Soetan Ma’moer, Adviseur, 2. Soetan Saripado, Voorzitter, 3. Bagindo Besar, Ondervoorzitter, 4. Lie Goan Ho, Secretaris, 5. Datoek Batoeah, 6. Datoek Mangkoeto Sati, 7. Sampono Kajo, 8. Soetan Baheramsjah, 9. Liem Tjioe Hien, 10. Soetan Radjo Amas, 11. Datoek Radjo Ibadat, 12. Soetan Iskandar, 13. Toean Scheffer, kepala sekolah, 14. Liem Keng Goan, Secretaris jang baroe.”


Sumber: https://www.facebook.com

V.S.M adalah salah satu bukti betapa giatnya dulu orang Minangkabau, khususnya di Bukittinggi, berorganisasi guna mendorong kemajuan anak-kemenakan mereka. Menarik juga bahwa dalam kegiatan tersebut, densanak Tjina mereka juga ikut serta.

Maklumat tentang V.S.M. ini terdapat pada teks yang foto ini menjadi ilustrasinya, dimuat dalam majalah Pandji Poestaka, No. 9, TAHOEN IV, 2 Februari 1926: 188-189. Kami salinkan semuanya di sini, karena pasti akan bermanfaat bagi pembaca dan peneliti (angka dalam tanda { } menyatakan halaman pada teks aslinya) .

Sumber: https://www.facebook.com

VEREENIGING STUDIEFONDS MINANGKABAU (V.S.M.)
Vereeniging ini terdiri sejak moelaï tahoen 1920, dioesahakan oléh pendoedoek Boekit Tinggi, baik Melajoe, baik bangsa Tjina.

Makin lama, makin bertambah madjoe vereeniging itoe, sebab Bestuur dan lid-lidnja bekerdja dengan soenggoeh-soenggoeh, tidak mengindahkan djerih dan pajah serta mendapat banjak pertolongan dari toean2 dan entjik2 jang soeka melihat kemadjoean bangsa dan tanah air Alam Minangkabau dalam hal onderwijs.

Karena pekerdjaan perkoempoelan itoe oléh Bestuur didjalankan boekanlah sekadar mengambil-ambil nama sadja, tetapi dengan segenap hati sebab itoe boeah kemadjoean jang ditjita-tjita dan diharap itoe segera djoega timboel.

Sumber: https://www.facebook.com

Bagaimana hasil jerih pajah Bestuur V.S.M. itoe dapatlah dirasa dan dilihat oléh meréka jang soedah melihat pendirian V.S.M. masa sekarang.

Daja oepaja jang soedah didjalankan oléh Bestuur itoe, ialah: memboeat propaganda kepada tiap2 negeri dan kampoeng-kampoeng oentoek memperbanjak lid dan memboeat pasar derma tiap2 tahoen.

Moela-moela V.S.M. mengadakan sekolah {188} soré, kemoedian didirikan sekolah pagi, dengan memakai 3 orang goeroe.

Lambat laoen dapatllah sekolah itoe dibesarkan lagi dengan memakai goeroe Belanda seorang, jang akan mengepalaï sekolah itoe, ja‘ni akan mentjoekoepi sjarat2 soepaja mendapat subsidie. Akan tempat sekolah itoe V.S.M. laloe memboeat roemah sekolah sendiri jang besarnja 21 x 21 M. Pada boelan Juli 1925 sekolah terseboet mendapat subsidie dari Pemerintah. Pada masa ini anak-anak jang menerima pengadjaran disitoe ada 225 orang dan goroenja ada 4 orang Melajoe; moedah-moedahan boelan Juli 1926 akan djadi 7 klasnja dan 7 orang poela goeroenja.

Kalau segala sesoeatoe dipikir benar2, maka pergerakan V.S.M. dalam 2 tahoen ini, tidak lagi berangsoer, tetapi tjepat benar madjoenja. Itoe ta’ lain sebabnja karena jang berkehendak kemadjoean itoe, boekan sadja bestaur (sic) V.S.M. tetapi semoea anak negeri, penghoeloe-penghoeloe ada seia sekata menjokong pergerakan itoe, oentek membalas boedi ‘alam jang soedah meréka terima.

Tidak koerang oetjapan negeri kepada engkoe Soetan Sari Pado, Djaksa Fort de Kock, jang selama vereeniging itoe berdiri mendjadi voorzitternja, dan memegang ‘adil dan benar tali ke[n]dali vereeniging itoe, sehingga perkoempoelan itoe mendjadi madjoe seperti kedapatan sekarang. Amin! D. R. Intan. {189}

Sumber: https://www.facebook.com[/caption]

Demikian sedikit informsasi yang kami dapatkan tentang V.S.M. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca dan para sejarawan.
____________________________________
Sumber Tulisan:
Suryadi – Leiden University, Belanda | Singgalang, Minggu, 24 Juli 2016 (Sumber foto dan teks: Pandji Poestaka, No. 9, TAHOEN IV, 2 Februari 1926: 188-189).
Sumber foto tambahan KITLV 1928
___________________________________
Diposting di grup Silaturahim Niniak Mamak
oleh: Irwan Effendi
Pada tanggal: 10 Januari 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...