Langsung ke konten utama

RSAM: 2 Bukit Tinggi, 1 Tanah Data, 1 Padang

Sumber Gambar: https://www.facebook.com
Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium Jakarta dan Unand, dinyatakan empat pasien yang dirawat dan pernah dirawat di RSAM [Rumah Sakit Ahmad Muchtar] Bukittinggi positif Covid-19.
.
Empat pasien itu, 2 [dua] diantaranya warga Bukittinggi, 1[satu] warga Tanah Datar dan 1
[satu] warga Padang.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, hasil dari uji labor terhadap pasien yang diisolasi di RSAM, empat diantaranya dinyatakan positif mengidap Covid-19. Tiga pasien saat ini telah berada di RSAM. Satu lainnya, akan dijemput ke rumahnya malam ini.
.
"Tiga memang sedang dirawat di RSAM. Sementara satu lainnya, sempat dirawat di RSAM, namun karena kondisinya membaik, dibolehkan untuk pulang. Setelah hasil lab [laboratorium] keluar hari ini, ternyata beliau positif dan akan kita jemput malam ini untuk diisolasi," tegas Wako [Wali Kota] saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media bersama unsur Forkopimda [Forum Komunikasi Pimpinan Daerah], Sekda dan SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah] terkait di rumah dinas Wako, Kamis (26/03).
.
Saat ini, lanjut Wako, pasien yang tengah dirawat di RSAM ada sekitar 12 [dua belas] orang. Empat sudah keluar hasil labnya, sisanya belum keluar, "Masih kita tunggu," tegasnya.

_____________________________

Disalin dari kiriman facebook Humas Pemko Bukittinggi
Diterbitkan pada 26 Maret 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...