Langsung ke konten utama

Mahyeldi Sumbangkan Gajinya Enam Bulan ke Depan

Sumber Gambar: https://www.facebook.com
Prihatin dan Peduli Covid-19
Mahyeldi Sumbangkan Gajinya Enam Bulan ke Depan

PADANG - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyumbangkan gajinya selama enam bulan kedepan untuk membantu mengatasi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

"Saya sendiri akan mendonasikan gaji saya selama enam bulan kedepan untuk mengatasi wabah Covid-19 ini," sebut Wali kota Padang Mahyeldi saat memberikan arahan dalam rapat pencegahan Covid-19 di Ruangan Bagindo Aziz Chan, Balaikota, Rabu (25/3/2020).


Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Asisten Administrasi Umum Didi Aryadi, Inspektur Kota Padang Andri Yulika, Kepala Perangkat Daerah dan Camat di lingkup Kota Padang.

Wali Kota Mahyeldi juga mengimbau kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah [OPD] dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Padang untuk menyisihkan gajinya membantu mengatasi wabah virus corona ini.

"Untuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mengajak ASN dilingkup Kota Padang, saya menyarankan untuk meinfakkan gajinya 7,5 % setengah persen minimal selama 2 bulan ke depan," ungkap orang nomor satu di Kota Padang itu.

Terkait hasil rapat, Pemerintah Kota Padang akan membangun posko proteksi Covid-19 yang berada disetiap gerbang masuk Kota Padang yang lebih representatif lagi. Posko tersebut terdapat di batas kota Jalan Adinegoro, di Jalan By Pass Padang, Indarung dan Bungus Teluk Kabung.

"Kita akan lengkapi sarana dan prasana begitu juga sift kerjanya sehingga petugas dapat bekerja lebih maksimal," jelas Wali Kota Padang itu.

Selanjut, Wali Kota Padang memerintahkan kepada kepala perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Kota Padang untuk melakukan kunjungan kepada Posko proteksi Covid-19 yang berada di jalan masuk Kota Padang itu. "Kita harapkan juga kepada SKPD yang melakukan kunjungan untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh relawan-relawan kita," jelasnya.

Pemerintah Kota Padang akan terus memasifakan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat melalui Camat, Lurah, RT /RW serta generasi muda setempat. "Untuk itu kepada kepala perangkat daerah yang berada ditingkat kecamatan agar terus memantau perkembangan Covid-19. Terus pantau berapa jumlah PPT, ODP, PDP kita," pungkasnya. (Mul/Rengga/Prokom Padang)

__________________________

Disalin dari kiriman facebook Humas Kota Padang
Diterbitkan pada 25 Maret 2020 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...